LOGO GERAKAN PEMUDA ISLAM

Garis Besar Program Perjuangan (GBPP)

 

A. MUQADDIMAH

Garis-garis Besar Program Perjuangan (GBPP) Gerakan Pemuda Islam (GPI) adalah kesepakatan organisasi tentang arah dan target perjuangan GPI dalam kurun waktu yang ditentukan. Melalui GBPP, orientasi dan target pencapaian perjuangan GPI diperjelas dan menjadi kebijakan yang mengikat. Oleh karenanya, GBPP menjadi pedoman perjuangan GPI. Seluruh civitas GPI se-Indonesia (PP, PW, PD, PC, PR), berkewajiban mentaati dan menjalankan mainstream organisasi berdasarkan GBPP ini.

GBPP ini merupakan kebijakan organisasi tentang program perjuangan umum yang bersifat lintas periodik. Pelaksanaan kebijakan yang ada di dalamnya menjadi kewajiban setiap periode yang masa kepemimpinannya dilewati periode masa berlakunya GBPP ini.

GBPP ini merupakan bagian dari proses pencapaian tujuan GPI dan sekaligus merupakan dasar bagi evaluasi kepemimpinan dan atau kepengurusan periode yang ada di dalamnya.

B. LANDASAN BERFIKIR

Era globalisasi telah menciptakan dinamika peradaban yang baru bagi bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Perkembangan yang terjadi terasa begitu cepat dan hal itu terjadi hampir di setiap sisi kehidupan. Kini setiap negara seolah-olah telah kehilangan garis demarkasinya, bersatu dalam koridor kemajuan teknologi informasi. Selain itu, pandemi Covid-19 selama beberapa tahun kebelakang, menciptakan teknologi sebagai sebuah sumber informasi, pendidikan, dan ekonomi.

Walaupun pada kenyataannya globalisasi sama sekali tidak menjadikan dunia lebih adil dan setara seperti yang sering diteriakkan oleh para globalis, serta efek Covid-19 menjadikan ketimpangan sosial yang begitu tinggi. Hal ini dapat dilihat dari kekayaan penduduk kelompok 10 persen yang meningkat cukup signifikan. Dibandingkan dengan 2018 sebelum pandemi, 10 persen kelompok teratas menguasai 70 persen kekayaan secara global, khususnya di negara-negara Eropa, China, dan AS. Sementara kelompok 50 persen terbawah hanya menguasai kurang dari 2 persen kekayaan global (Data Forbes). Dan 80% perdagangan dunia dikuasai oleh negara-negara maju dan kaya, terutama yang tergabung dalam World Trade Organization (WTO).

Hal tersebut mengisyaratkan persaingan yang amat ketat di setiap jenjang kehidupan. Dari sudut rasionalitas, eksistensi diri dan organisasi di tengah kondisi seperti ini, akan banyak ditentukan oleh daya tahan dan kualitas yang melingkupi kemampuan untuk menancapkan peran signifikan dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai gerakan Islam yang memiliki tujuan pencapaian besar, sangat penting bagi GPI untuk menyadari fakta tersebut dan mempersiapkan diri sedemikian rupa, baik perencanaan sistem, maupun perencanaan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Hal tersebut bukan saja dapat mempertahankan eksistensi, namun lebih jauh dari itu, dapat menjadi jalan bagi pencapaian tujuan berdirinya GPI, yang merupakan representasi dari cita-cita umat Islam, khususnya di Indonesia.

GPI dalam upaya mencapai cita-citanya membutuhkan suatu proses konkrit, di mana peran-peran GPI di masyarakat menjadi signifikan dan diakui, terutama dalam lingkup sosial-politik. Hal tersebut mengisyaratkan pentingnya keterlibatan secara aktif dan konkrit dalam dinamika sosial politik bangsa.

Sementara itu, untuk menjaga nilai-nilai Islam dalam perjuangan serta menjamin ketersediaan kader-kader berkualitas, kaderisasi (pembinaan) iman bagi kader GPI harus menjadi bagian integral dari proses dan keterlibatan GPI dalam kancah sosial-politik.

Untuk mencapai satu tujuan, sangat penting untuk melakukan langkah perjuangan yang berkesinambungan. Hal tersebut dimaksudkan selain agar dapat membangun sinergi kekuatan kader, juga agar pencapaian tujuan dapat diukur dan dievaluasi secara ketat melalui proses yang berjalan. Dengan demikian, dibutuhkan suatu perencanaan perjuangan yang berdasarkan pertimbangan aspek kondisi kekinian dan disusun secara berkesinambungan, tidak dihalangi oleh batas periodesasi. Untuk kepentingan tersebutlah, GBPP ini disusun.

Berikut ini adalah kondisi umum dari beberapa hal yang melatarbelakangi penyusunan GBPP ini, antara lain:

1. Kondisi Politik Kontemporer

Lembaga Survei Poltracking Indonesia memaparkan, mayoritas masyarakat puas terhadap kinerja pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Hasil kepuasan tersebut mencapai 73,2 persen. Angka tersebut diperoleh melalui gabungan dari responden yang menjawab cukup puas dan sangat puas.

Namun patut diperhatikan, kecenderungan ideologis pemerintah dan masyarakat kontemporer. Kecenderungan memakai ideologi demokrasi liberal sangat terasa, baik melalui ungkapan resmi pemerintah maupun pola pikir dan hidup masyarakat Indonesia. Selain akan menjauhkan bangsa ini dari upaya penerapan nilai-nilai Islam, juga akan semakin menambah berat beban dakwah aktivis Islam, semisal GPI.

Demokrasi liberal telah meluluhtantakkan institusi-institusi penting yang menopang kepentingan rakyat atas nama privatisasi dan reformasi. Dari sisi moral, demokrasi liberal membawa bangsa ini pada titik di mana nilai-nilai agama menjadi barang privat yang tidak menjadi urusan publik atau pemerintah.

2. Kondisi Ekonomi

Tingkat kemiskinan Indonesia pada 2022 diprediksi melonjak menjadi 10,81% atau 29,3 juta jiwa. Selain itu, total utang negara saat ini sebesar Rp 6.934,25 triliun. Dalam buku The Confession of Economic Hitman oleh John Perkins, IMF disebutkan memiliki agenda imperialisme gaya baru (neo-imperialisme) dengan melilitkan utang dan menguasai aset publik.

3. Kondisi Pemuda Islam Indonesia

Pemuda Islam masih lemah dari sisi pendidikan, mental, ekonomi, dan budaya. Dalam banyak hal, mereka menjadi objek, bukan subjek perubahan. Dalam budaya, pemuda Islam menyumbang pada kerusakan moral akibat lemahnya kecerdasan spiritual dan pengaruh budaya asing.

4. Kondisi Eksternal

Sentimen anti-Islam semakin terasa di negara-negara Barat. Contohnya pembakaran Al-Qur’an di Swedia dan pernyataan Emmanuel Macron. Barat seolah berlomba-lomba menggantikan cara hidup umat Islam dengan budaya asing yang bertentangan dengan ajaran Islam.

C. LANDASAN PERJUANGAN

1. Dasar Perjuangan

  1. Al-Qur’an dan Hadits
  2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
  3. Khittah Perjuangan
  4. Garis-Garis Besar Program Perjuangan (GBPP)

2. Tujuan Perjuangan Khusus (6 Tahun)

Terbentuknya pemuda Islam yang memiliki kecerdasan spiritual dan emosional yang tinggi, serta empati terhadap sesama manusia sebagai dasar bagi penerapan kesalehan sosial dan politik Islam yang mampu mendorong dan memberikan peran serta kontribusi konkret kepada umat dan agama dalam tataran dinamika sosial-politik bangsa.

3. Prinsip-prinsip Perjuangan

  1. Prinsip ke-Islaman
    Bahwa dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program serta perilaku juangnya, kader GPI berkewajiban untuk selalu menyandarkan kepada ajaran Islam;

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

    “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kalian turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (Al-Baqoroh: 208)

     

    اِنَّآ اَنْزَلْنَا التَّوْرٰىةَ فِيْهَا هُدًى وَّنُوْرٌۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّوْنَ الَّذِيْنَ اَسْلَمُوْا لِلَّذِيْنَ هَادُوْا وَالرَّبَّانِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوْا مِنْ كِتٰبِ اللّٰهِ وَكَانُوْا عَلَيْهِ شُهَدَاۤءَۚ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗوَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكٰفِرُوْنَ

    “….. Dan janganlah kalian menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan (suatu perkara) menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” (Al-Maidah: 44)

  2. Prinsip Kesalehan Sosial
    Bahwa dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program serta perilaku juangnya, kader GPI berkewajiban untuk selalu bersikap cerdas dalam melihat dinamika dan fenomena yang berkembang, agar selalu dapat memberikan kemaslahatan bagi orang lain dan masyarakat luas;

    اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

    “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (An-Nahl: 125)

  3. Prinsip Kesalehan Politik
    Bahwa dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program politik serta perilaku keseharian, kader GPI berkewajiban untuk selalu menyandarkan kepada ajaran Nabi Muhammad SAW: santun, jujur, cerdas, dapat dipercaya, dan menyampaikan kebenaran;

    وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَوَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ

    “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?. Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia” (QS. Fushilat: 33 – 34)

  4. Prinsip Pemberdayaan dan Kaderisasi Umat
    Bahwa program GPI harus sungguh-sungguh berorientasi kepada upaya pembinaan peningkatan kualitas kader dan pemuda Islam. Setiap langkah perjuangan harus merupakan bagian dari proses kaderisasi (dakwah) umat.

 

  1. Prinsip Pemberdayaan dan Kaderisasi Umat
    Bahwa program GPI harus sungguh-sungguh berorientasi kepada upaya pembinaan peningkatan kualitas kader dan pemuda Islam. Setiap langkah perjuangan harus merupakan bagian dari proses kaderisasi (dakwah) umat.

 

D. STATUS GBPP

1. Status

GBPP ini merupakan kelanjutan dan penyempurnaan dari GBPP yang telah disusun pada periode 1996–1999, 1999–2003, 2003–2007 dan periode saat ini.

2. Masa Berlaku

GBPP ini berlaku sejak disahkan dalam Muktamar VII GPI sampai masa 6 tahun ke depan (2 Periode Kepengurusan).

 

E. MOTTO PERJUANGAN

Moto perjuangan GPI adalah:

“Kesalehan Sosial-Politik Menuju Takdir Kami Memimpin Negara

F. TARGET PERJUANGAN

Sebagai organisasi pemuda yang memiliki tujuan sebagaimana tersebut di atas, GPI harus mempunyai target yang jelas dalam perjuangannya. Di samping agar tahu arah dan apa yang harus dicapai dalam target perjuangan, juga berfungsi untuk mempermudah organisasi dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Untuk mempermudah identifikasi dan pencapaiannya, target perjuangan dibagi dalam beberapa kategori:

1. Target Perjuangan Umum

GPI harus menjadi organisasi yang mampu memberikan peran konkret kepada masyarakat luas dalam bidang sosial, politik, budaya, ekonomi, dan pendidikan.

Ada 4 target strategis yang ingin dicapai oleh GPI sebagai organisasi kader:

  1. Membangun sumber daya manusia (SDM) pemuda Islam yang mumpuni dalam bidang ke-Islaman.
  2. Membangun sumber daya manusia pemuda Islam yang mumpuni dalam bidang keilmuan.
  3. Membangun sumber daya manusia pemuda Islam yang mumpuni dalam bidang kepemimpinan.
  4. Membangun sumber daya manusia pemuda Islam yang mumpuni dalam bidang keprofesionalan.

2. Target Perjuangan Khusus

  1. Bidang Ke-Islaman:
    Membangun kader GPI yang tafaquh fiddin, memahami ketauhidan dan syari’at Islam sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah.
  2. Bidang Keilmuan:
    Membangun kader GPI dengan semangat keilmuan menuju masyarakat yang terdidik dan tercerahkan.
  3. Bidang Kepemimpinan:
    Mengikhtiarkan posisi strategis dalam struktur dinamika bangsa baik infra maupun supra struktur, serta membangun kesalehan politik bangsa.
  4. Bidang Keprofesionalan:
    Membangun kapasitas dan kompetensi SDM pemuda dalam berbagai bidang kehidupan.
  5. Bidang Kaderisasi:
    1. Mapan dan stabilnya pengkaderan di setiap struktur kepengurusan GPI
    2. Melakukan rekrutmen kader sebanyak 1.000.000 (satu juta) kader
    3. Mapan dan stabilnya institusi pengkaderan di seluruh struktur kepengurusan

 

G. PROGRAM PERJUANGAN

1. Program Perjuangan Umum

  1. Peningkatan dan penyempurnaan pelaksanaan Protita IV
  2. Evaluasi dan memperbaiki langkah-langkah perjuangan
  3. Meningkatkan kinerja internal melalui konsolidasi dan koordinasi
  4. Memperkuat struktur institusi pengkaderan di seluruh struktur kepengurusan

2. Program Khusus Bidang Ke-Islaman

  1. Mengaktifkan kembali kuliah tsaqofah
  2. Mengaktifkan halakoh-halakoh
  3. Mengaktifkan tadabbur al-Qur’an

3. Program Khusus Bidang Keilmuan

  1. Membangun program beasiswa untuk kader yang potensial
  2. Menghidupkan study club
  3. Mengaktifkan kajian tematik
  4. Membentuk lembaga riset aplikatif

4. Program Khusus Bidang Kepemimpinan dan Politik

  1. Memperkuat jaringan (network) lokal, nasional, dan internasional
  2. Melakukan langkah-langkah strategis dalam mengambil peran di setiap lini strategis dalam lingkup sosial-politik
  3. Memperjuangkan pelaksanaan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
  4. Melakukan pembelaan terhadap siapapun yang tertindas (terdhalimi)

5. Program Khusus Bidang Keprofesionalan

  1. Membangun kemitraan dengan dunia kerja
  2. Membangun kemitraan dengan pemerintah dalam memberdayakan pemuda dalam pembangunan
  3. Membentuk Badan Usaha Milik Organisasi (BUMO)

6. Program Kaderisasi

  1. Membakukan konsep dan pola kaderisasi GPI
  2. Melakukan program rekrutmen 1.000.000 (satu juta) kader
  3. Memapankan pengkaderan di setiap jenjang struktur organisasi
  4. Memapankan institusi pengkaderan di setiap jenjang struktur organisasi

 

H. KHATTIMAH

“Kejahatan yang terencana akan menuai sukses, namun kebaikan yang tak terencana dapat menuai badai kehancuran.”
(Ali bin Abi Thalib)

GPI tentu tidak boleh menjadi organisasi yang sekadar berbicara kebenaran, namun harus menjadi organisasi penebar kebenaran yang dilakukan secara sistematis dan sinergis, berkoridor nilai dan ajaran Islam. Oleh karenanya, menjaga nilai-nilai Islam untuk tetap hidup dan tumbuh dalam diri sendiri dan lingkungan organisasi, menjadi kewajiban setiap kader GPI.

Dengan mentaati GBPP berarti memiliki sikap elegan, loyal dan bertanggung jawab atau berdedikasi tinggi. Dengan mentaati GBPP berarti kemajuan GPI, bangsa, dan Islam di Indonesia akan menjadi niscaya.

Ihdinashirothol Mustaqim

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PIMPINAN PUSAT GERAKAN PEMUDA ISLAM (PP GPI)
PERIODE 2020 – 2023


LIHAT PDF