Dinkes Didesak Cabut Izin RS Melania

  • Whatsapp

Bogor – Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kota Bogor mendesak dengan tegas kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk segera mencabut izin Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Melaniak karenadiduga telah melakukan penelantaran terhadap pasien bayi bapak Arifin dan ibu Rosalina warga RW 10 Kelurahan Harjasari Kecamatan Kota Bogor Selatan yang berujung pada kematian bayi tersebut dirumah sakit lain akibat terlambat mendapat penanganan medis pada (08/03/2021).

“Saya sangat menyayangkan sikap rumah sakit Melania yang tidak memberikan pertolongan pertama kepada pasien dengan dalih yang tidak masuk akal, bila alasannya ruang NICU penuh, tetap saja rumah sakit wajib memberikan pertolongan pertama sembari mencarikan rumah sakit rujukan lain. “Ucap Ihsan Selaku Ketua PD GPI Kota Bogor

Read More

Ihsan mengatakan Ini jelas disebutkan dalam UU no 36 Tentang Kesehata Pasal 32 tahun 2009
1. Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu.
2. Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka.

“Seharusnya Rumah Sakit Melania mengutamakan penyelamatan nyawa pasien terlebih dahulu, tapi faktanya alih-alih memberikan tindakan penyelamatan, menurut keterangan keluarga, pasien hanya diberikan oksigen tanpa ada penanganan dokter.”Tambah Ihsan.

Ihsan memaparkan bahwa Lebih parah lagi menurut keluarga pasien, mereka dibiarkan mencari sendiri rumah sakit rujukan yang ruang NICU nya tersedia. Sementara rumah sakit hanya menerima rujukan dari sesama rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lain. Selama keluarga mencari rumah sakit lain, bayi tersebut hanya dibiarkan ada di gendongan keluarganya. Ini sangat keterlaluan.

“Kami juga mempaertanyakan pengawasan dari dinas kesehatan terkait hal seperti ini. Sudah menjadi rahasia umum kalau ini bukan kasus pertama yang terjadi. Dimana pasien darurat diterlantarkan dengan alasan ruangan penuh dan bahkan terkadang ada diterlantarkan hanya karena hal-hal yang sifatnya administratif.” Papar ihsan pada wartawan

Ihsan menegaskan Dimana rasa kemanusiaan kita? Jika tenaga medis sudah tak mengutamakan menyelamatan nyawa seseorang apa pun alasannya tentu tak dapat diterima apalagi dibenarkan.

“Kejadian ini tak boleh terus terulang, sudah cukup nyawa yang hilang karena penolakan oleh Rumah Sakit. Kami sekali lagi meminta dinas kesehatan bogor mengambil tindakan tegas dengan mencabut izin rumah sakit tersebut.” Lanjut Ihsan

Kami dari Gerakan Pemuda Islam akan mengawal ini sampai pihak keluarga benar-benar mendapatkan keadilan dan rumah sakit Melania mendapat ganjaran atas dugaan kelalaian yang dilakukan. Kami akan turun kejalan sampai keadilan benar-benar ditegakkan.” Pungkasnya. (Gir)

Sumber : https://www.liputanbogor.com/dinkes-didesak-cabut-izin-rs-melania/

Related posts