Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013, sebanyak 54% (lima puluh empat persen) ummat Islam di Indonesia belum bisa membaca Al Qur’an. Sedangkan hasil surve Institut Ilmu Qur’an (IIQ) Jakarta menyebutkan, bahwa 60-70% (enam puluh sampai dengan tujuh puluh persen) ummat Islam di Indonesia masih buta aksara Al-Qur’an.
Artinya hanya baru 30-40% (tiga puluh sampai dengan empat puluh persen) saja ummat Islam di Indonesia yang sudah bisa membaca Al-Qur’an. Sedangkan yang mampu membaca dengan benar (sesuai kaidah) hanya baru sekitar 20% (dua puluh persen).
Berdasarkan data dan hasil surve di atas, maka sungguh sangat menyedihkan. Begitu banyaknya prosentase ummat Islam di Indonesia yang masih buta aksara Al-Qur’an dan belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, sesuai kaidah.
Untuk itu, kami Pengurus Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) periode 2025 – 2028. Salah satu program kerjanya adalah ‘GERAKAN SATU JUTA AL-QUR’AN’ Untuk Anak-anak Penghafal Al-Qur’an. Dan dalam waktu dekat ini kami akan mendistribusikan 10.000 (sepuluh ribu) mushaf al-qur’an bantuan dari hamba Allah yang tidak mau disebutkan Namanya. Khusus untuk pesantren tahfidz dan santri penghafal al-qur’an, dalam rangka menyelamatkan generasi muda Islam di Indonesia dari buta aksara Al-Qur’an.





