GPI Berbagi Serahkan Sembako Untuk Anak Jalanan dan Warga Yang Tak Tersentuh Bansos

  • Whatsapp
GPI bersama Kementerian Sosial pada bakti sosial GPI Berbagi di Yayasan Himmata, Jakarta Utara

DETIKPERISTIWA.ID –Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Islam (GPI) menggelar bakti sosial “GPI Berbagi”, kepada para Anak Jalanan, Pemulung Anak Yatim dan Fakir Miskin. Kegiatan sosial dengan membagikan paket sembako ini dititikberatkan pada warga yang belum pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah selama masa pandemi Covid-19.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjend) PP GPI Khoirul Amin, “GPI Berbagi” adalah gerakan bakti sosial berbagi paket sembako kepada anak jalanan, anak yatim, fakir miskin dan pemulung. Gerakan sosial salah satu organisasi kepemudaan (OKP) Islam tertua di Indonesia ini adalah rangkaian program kerja sosial yang bertujuan untuk merangkul kaum marginal khususnya anak jalanan untuk bangkit dan menjadi pemuda yang berguna dan bermanfaat bagi Agama, Bangsa dan Negara.

Read More

“Gerakan “GPI Berbagi” dengan membagikan paket sembako, alhamdulillah telah kami laksanakan di beberapa titik dan kantong-kantong anak jalanan. Untuk Jakarta Utara kami laksanakan di Yayasan Himmata, sedangkan untuk anak jalanan yang ada di terminal Kampung Rambutan kami laksanakan di Masjid Jami Al Amiria belakang terminal Kampung Rambutan. Untuk anak jalanan yang ada di terminal Rawamangun kami laksanakan di Jl. Haji Ten Rawamangun. Dan untuk daerah Senen kami laksanakan di Markas GPI Menteng Raya 58,” kata Khoirul Amin di sela acara, Senin (11/1/2021).

Lanjut Amin, bakti sosial ini dimaksudkan untuk membantu para anak jalanan yang di masa pandemi ini sangat membutuhkan uluran tangan dari para donatur. Sebagai ormas pemuda Islam, GPI merasa terpanggil hadir di tengah-tengah para kaum mustadafin tersebut untuk membantu dan mendampinginya. Amin menekankan, pihaknya akan mulai mengadvokasi para anak jalanan agar mendapatkan hak-haknya sebagai warga Negara, yang mungkin selama ini kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah baik Pusat maupun DKI Jakarta.

Sekjend PP GPI ini mengakui, mengadvokasi anak jalanan adalah hal baru. Pasalnya selama ini GPI dikenal menaruh perhatian khusus kepada santri-santri yang ada di Pesantren maupun Mahasiswa yang ada di kampus-kampus. Pada periode kepengurus Pimpinan Pusat GPI saat ini, GPI mencoba untuk melebarkan sayap dan mengambil segmen baru, yaitu mengadvokasi para pemuda dari kalangan marginal terutama para anak jalanan.

“Kepemimpinan kami di GPI hari ini mencoba untuk melebarkan sayap dan mengambil segmen baru. Yaitu mengadvokasi para pemuda dari kalangan marginal terutama para anak jalanan. Dengan cara turun ke jalan dan mengadvokasi para anak jalanan, fakir miskin, pemulung, anak yatim dan lain sebagainya,” tegas mantan Direktur LBH GPI tersebut.

Ia mengingatkan, anak jalanan adalah pemuda dan kader bangsa yang patut mendapatkan perhatian. GPI meyakini, mereka membutuhkan advokasi dan pendampingan khusus. Agar ke depan mereka mampu menjadi pemuda yang bermanfaat untuk Agama, Bangsa dan Negara. Karena itulah, kata Amin, GPI hadir dan turun langsung kepada mereka di terminal-terminal dan masjid-masjid ataupun musholah dekat terminal di tempat-tempat atau kantong-kantong anak jalanan tersebut berada.

“Karena bagimanapun anak-anak jalanan adalah asset bangsa yang butuh dibina. Mereka adalah orang yang punya masa depan yang mestinya harus diarahkan, didampingi dan diadvokasi. Bukan dibenci dan dipandang sebelah mata. Semoga ke depan mereka mampu menjadi pemuda-pemuda yang berguna untuk diri dan keluarganya serta masyarakat luas. Dan bermanfaat untuk Agama, Bangsa dan Negara,” ujar Amin.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada semua donatur yang telah mempercayakan bantuannya untuk disalurkan melalui GPI sebagai fasilitator pemberian bantuan. Amin menuturkan, apa yang dilakukan pihaknya dalam gerakan “GPI Berbagi” hanyalah penyampai amanah atas tugas dan tanggung jawab sebagai organisasi pemuda Islam, baik tanggung jawab kepada Agama dan juga Negara.

“Karena itu, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada para donator. Terutama kepada Kementerian Sosial yang sudah banyak membantu terselenggaranya bakti sosial dan GPI Berbagi Untuk Sesama. Semoga paket sembako yang diamanahkan kepada kami dan telah kami salurkan kepada para, anak jalanan, fakir miskin dan anak Yatim ini dicatat sebagai amalan taqobbalah (amalan yang diterima oleh Allah-red),” tutur Amin.

Ia berharap, kegiatan sosial semacam ini terus berlanjut. Ia juga mengingatkan kepada pemerintah, bahwa tidak semua program pemerintah itu dapat diterima oleh seluruh rakyat yang berhak menerimanya. Pasalnya, tidak semua rakyat, terutama dari kalangan yang kurang mampu terdata dan teradministrasi dengan baik oleh pemerintah. Seperti halnya tidak semua rakyat berKTP sesuai dengan domisilinya.

“Jakarta ini contohnya. Tidak semua orang di Jakarta berKTP DKI Jakarta, terutama anak jalanan. Dan mereka hidup dalam kondisi kurang beruntung. Mereka ini sangat berpotensi tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah. GPI hadir untuk memastikan kaum marginal ini mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian Sosial yang telah banyak membantu kami dalam program GPI Berbagi Untuk Sesama. Semoga gerakan sosial ini berlanjut dan pemerintah tetap hadir didalamnya. Demi kemaslahatan umat dan berbagi untuk semua umat,” tutup Amin. (OSY)

Sumber : https://detikperistiwa.id/2021/01/gpi-berbagi-serahkan-sembako-untuk-anak-jalanan-dan-warga-yang-tak-tersentuh-bansos/
  • Whatsapp

Related posts