Bula: Pimpinan Daerah (PD) Gerakan Pemuda Islam (GPI) kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Ke-II untuk memilih kepengurusan yang baru periode 2024-2026 sekaligus pelatihan Kader Dakwah di hotel Surya, kota Bula, Kamis (18/4/2024).
“Musyawarah Daerah kedua Gerakan Pemuda Islam periode 2024-2026 dan kegiatan pelatihan kader dakwah dilaksanakan pada tanggal 18 sampai dengan tanggal 19 April bertempat di hotel Surya,” kata Ketua Panitia Irwan Rumoma dalam laporannya.
Irwan mengatakan bahwa Musdah ke-II tersebut dilaksanakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ARDT) Gerakan Pemuda Islam serta Pedoman Pengkaderan Gerakan Pemuda Islam dengan mengusung tema ” Regenerasi dan Ekspansi Gerakan Pemuda Islam yang berkelanjutan”.
Ia menjelaskan Musda ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai wadah untuk menjalin koordinasi dan konsolidasi antara pengurus Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang serta Alumni Gerakan Pemuda Islam.
Selain itu, mengevaluasi program kerja yang dijalankan oleh pengurus Pimpinan Daerah periode saat ini serta memilih kepengurusan yang baru.
“Sumber dana dalam kegiatan ini berasal dari dana kas PD GPI dan PW GPI Maluku,” kata Irwan.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam kabupaten SBT Dahlan Rumesi mengatakan GPI sebagai organisasi yang sudah sangat tua dan cikal bakal serta pelopor lahirnya berbagai perhimpunan pelajar dan mahasiswa Islam di Indonesia.
Para tokoh pemuda Islam kata Dahlan, seperti Muhammad Natsir, Abdul Kahar Muzakir, Wahid Hasyim dan Buya Hamka yang pada tanggal 2 Oktober 1945 membentuk organisasi tersebut yang diketuai Harsono Tjokroaminoto tokoh bangsa sekaligus tokoh pergerakan nasional.
Dahlan menjelaskan kader-kader GPI selalu berperan sebagai representasi dan barometer pergerakan dalam berbagai perhelatan nasional dan amar ma’ruf nahi mungkar yang merupakan nafas perjuangannya sekaligus garda terdepan dalam menjaga Pancasila sebagai ideologi negara.
“GPI saat ini telah memasuki era baru setelah sekian lama berada dalam bayang-bayang kehancuran eksistensi organisasi,” ungkapnya.
Oleh karena itu, upaya konsolidasi organisasi ke dalam maupun keluar serta proses kaderisasi terus dilakukan GPI untuk mempertahankan eksistensi organisasi serta kiprah dalam membangun bangsa dan negara.
“Publisitas organisasi terus diusahakan dengan eksistensi dan kiprah organisasi ini bisa dikenal publik secara luas sehingga akan mempermudah Bhakti dalam membangun negeri,” kata Dahlan.
Musda ke-II dan pelatihan kader dakwah GPI SBT tersebut dibuka oleh Ketua Dewan Syuro Pimpinan Wilayah (PW) GPI Provinsi Maluku Talimudin Rumaratu serta dihadiri sejumlah pengurus Pimpinan Daerah GPI SBT dan alumni serta beberapa pimpinan OKP/OKPI.
Sumber: https://rri.co.id/bula/berita-lain/641181/faq.html




