Profil Singkat
-
Nama Lengkap: Harsono Tjokroaminoto
-
Tempat, Tanggal Lahir: Madiun, Jawa Timur, 24 April 1912
-
Wafat: Jakarta, 14 Desember 1992 (Makam Pahlawan Kalibata)
-
Afiliasi Politik: Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII)
-
Jabatan Penting: Menteri Negara (Kabinet Natsir), Duta Besar RI untuk Swiss, Anggota DPA.
Biografi dan Perjalanan Karier
1. Masa Muda dan Pendidikan
Tumbuh di bawah asuhan langsung H.O.S. Tjokroaminoto, Harsono sejak kecil terpapar pemikiran progresif mengenai kemerdekaan dan Islam. Ia menempuh pendidikan di sekolah-sekolah Belanda seperti ELS, MULO, dan AMS, yang memberinya bekal kemampuan bahasa dan diplomasi yang kuat. Meski berpendidikan Barat, ia tetap aktif dalam organisasi pemuda Islam.
2. Melanjutkan Perjuangan PSII
Setelah wafatnya sang ayah pada tahun 1934, Harsono bersama kakaknya, Anwar Tjokroaminoto, menjadi motor penggerak Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). Ia berperan penting dalam menjaga eksistensi partai tersebut di tengah tekanan pemerintah kolonial dan dinamika internal organisasi.
3. Peran Pasca-Kemerdekaan
Di era awal kemerdekaan, Harsono memegang beberapa posisi strategis yang menunjukkan kapasitasnya sebagai negarawan:
-
Menteri Negara: Menjabat dalam Kabinet Natsir (1950–1951), di mana ia terlibat dalam penataan birokrasi negara yang baru seumur jagung.
-
Wakil Perdana Menteri: Ia juga pernah dipercaya menduduki kursi Wakil Perdana Menteri II dalam Kabinet Wilopo (1952), meski masa jabatannya cukup singkat karena dinamika politik parlemen saat itu.
4. Karier Diplomasi
Sebagai seorang diplomat ulung, Harsono dipercaya mewakili Indonesia di kancah internasional. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Swiss dan Italia. Kemampuannya dalam bernegosiasi sangat membantu citra Indonesia di Eropa pada masa Perang Dingin.
5. Masa Orde Baru
Pada masa Orde Baru, Harsono tetap aktif di dunia politik dan pemerintahan. Ia menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), sebuah lembaga tinggi negara yang memberikan nasihat langsung kepada Presiden. Ia juga turut menyaksikan proses fusi partai-partai Islam menjadi PPP (Partai Persatuan Pembangunan) pada tahun 1973, meskipun ia tetap identik dengan garis perjuangan PSII.
Karakter dan Warisan
Harsono Tjokroaminoto dikenal sebagai sosok yang:
-
Diplomatis: Mampu berkomunikasi dengan berbagai kelompok politik tanpa kehilangan integritasnya sebagai tokoh Islam.
-
Intelektual: Penulis dan pemikir yang produktif, sering menuangkan gagasannya mengenai relevansi nilai-nilai Syarikat Islam dalam konteks negara modern.
-
Rendah Hati: Meskipun merupakan putra dari tokoh besar, ia membangun kariernya berdasarkan kapasitas intelektual dan dedikasi pribadinya sendiri.
Beliau wafat pada tahun 1992 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa-jasanya selama masa perintisan dan pengisian kemerdekaan.
Harsono Tjokroaminoto, Beliau adalah seorang tokoh politik Indonesia yang berhaluan nonkooperatif dengan Belanda. Harsono merupakan Menteri Negara Bidang Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara di Indonesia. Di zaman Belanda ia pernah berkarier sebagai guru Kweekschool PSII dan pengawas sekolah wilayah PSII Sulawesi Utara.
Beliau juga membantu dan memimpin berbagai surat kabar dan majalah yang berhaluan Islam-politik, pengarang beberapa brosur, terutama yang bercorak politik dan ke-Islam-an. Di zaman Jepang beberapa waktu bekerja pada Domei Jakarta, dan pernah pula meringkuk dalam sekapan Kempetai, karena ikut dalam gerakan pemuda Indonesia yang hendak merobohkan pemerintahan Jepang.
Pada tahun 1946, ia menjabat sebagai wakil Menteri Negara dalam Kabinet Natsir; dan pada tahun 1955, ia menjabat sebagai wakil Perdana Menteri dalam Kabinet Burhanuddin Harahap. Pada masa revolusi fisik, anak kedua dari pahlawan nasional Oemar Said Tjokroaminoto dan adik dari Siti Oetari, istri pertama Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno ini duduk sebagai penasihat pribadi PangIima Besar Soedirman dan ikut bergerilya bersamanya.
Kemudian menjadi anggota dalam Panitia RIS RI untuk mengembalikan bentuk Negara Kesatuan RI, memimpin goodwiil mission Indonesia ke negara-negara Islam dan menjadi presiden Kongres Pemuda Islam se-Dunia. Pada tahun 1972-1975 ia ditunjuk menjadi duta besar RI untuk Swiss; dan pada tahun 1976-1978 ia menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung RI.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Harsono_Tjokroaminoto




