Temuan Dugaan Korupsi Dana COVID-19, Keluarga Korban Dipaksa Terima Rp50 Juta

  • Whatsapp
Temuan Dugaan Korupsi Dana COVID-19, Keluarga Korban Dipaksa Terima Rp50 Juta
Penyampaian Temuan LBH PP GPI. (Kastra.co)

 GPINEWS.COM – Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) menyebut ada dugaan skandal korupsi di dana penanggulangan COVID-19 yang bernilai Rp405,1 Triliun.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum GPI, Choirul Amin mengatakan dugaan skandal ini muncul akibat kurangnya pengawasan dan transparansi dari Pemerintah sebagai pengelola dana ini.

Read More

“Kami mendapatkan laporan dimana keluarga korban diminta dan dipaksa untuk mengakui dan merelakan bahwa keluarganya meninggal karena Covid 19 dan ada keluarga yang kemudian diberikan uang sebesar Rp.50 juta untuk mau menerima keluarganya dikubur secara COVID-19,” ujar Choirul di Kawasan Menteng Raya, Jakarta, Kamis, (11/6). Choirul menjelaskan hal ini bukanlah tanpa alasan ataupun kebetulan, tetapi kuat dugaan karena besarnya dana perpasien COVID-19 yang mencapai Rp.105.000.000 tanpa kombinasi penyakit, dan Rp. 215.000.000 apabila terindikasi terdapat penyakit lainnya. Sementara untuk biaya pemakaman Rp. 3.360.000.

“Laporan ini terjadi di berbagai kawasan di Indonesia yaitu Manado, Sulawesi Selatan, Surabaya, Bekasi, dan Cianjur,” jelas Choirul.

Selain korban, Choirul mengaku pihaknya juga mendapatkan laporan dari berbagai Rumah Sakit terkait kurangnya Alat Pelindung Diri (APD). Padahal menurut Choirul pengalokasian dana APD yang di import pemerintah dari china jumlah besarannya Rp. 75. 000.000.000.000,- dari total besaran dana covid 19 yang telah terbagi-bagi.

“Faktanya, kendati telah teralokasi namun pihak rumah sakit sampai saat ini menyatakan masih membeli dan mengeluhkan karena kesusahan dalam mencari dan mendapatkan APD. Bahkan pihak rumah sakit lebih banyak mendapatkan bantuan APD dari donator non pemerintah untuk penanganan pasien covid 19. Ada juga pengakuan dari beberapa rumah sakit, mereka harus membeli APD tersebut, lantas kemana larinya uang Negara yang telah di anggarkan itu?” tanya Choirul.(kastra.co)

 

  • Whatsapp

Related posts