Abdul Qodir Djaelani

Profil Abdul Qodir Djaelani Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam 1976-1996

Profil Singkat

  • Nama Lengkap: H. Abdul Qodir Djaelani

  • Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 20 Oktober 1938

  • Wafat: Jakarta, 23 Februari 2021

  • Afiliasi Politik: Partai Bulan Bintang (PBB)

  • Organisasi: Gerakan Pemuda Islam (GPI), Pelajar Islam Indonesia (PII)

  • Jabatan Penting: Anggota DPR RI (2000–2004), Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam (GPI).

Biografi dan Perjalanan Karier

1. Akar Pergerakan dan Pendidikan

Abdul Qodir Djaelani tumbuh besar dalam suasana pergerakan di Jakarta. Sejak muda, ia sudah aktif di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) dan kemudian Gerakan Pemuda Islam (GPI). Pendidikan dan lingkungannya membentuk karakter beliau sebagai singa podium yang oratoris dan memiliki pemikiran Islam yang fundamental serta komprehensif.

2. Aktivisme dan Perlawanan Politik

Beliau dikenal sebagai tokoh yang “kenyang” dengan asam garam penjara karena sikap kritisnya terhadap pemerintah:

  • Masa Orde Lama: Beliau aktif menentang pengaruh komunisme dan terlibat dalam aksi-aksi mahasiswa serta pemuda menjelang runtuhnya rezim Soekarno.

  • Masa Orde Baru: Beliau menjadi salah satu pengeritik paling keras terhadap kebijakan Asas Tunggal Pancasila. Akibatnya, beliau sempat ditahan beberapa kali, termasuk terkait peristiwa Tanjung Priok pada tahun 1984. Di dalam penjara, beliau justru semakin produktif menulis buku-buku dakwah dan politik.

3. Kiprah di Partai Bulan Bintang (PBB)

Pasca-Reformasi 1998, Abdul Qodir Djaelani bersama tokoh-tokoh eks-Masyumi dan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) ikut membidani lahirnya Partai Bulan Bintang (PBB).

  • Beliau dipercaya menjadi salah satu unsur pimpinan di DPP PBB.

  • Beliau terpilih menjadi Anggota DPR RI periode 2000–2004, di mana ia duduk di komisi yang membidangi masalah hukum dan keagamaan.

4. Penulis dan Intelektual

Selain sebagai orator, beliau adalah penulis yang sangat produktif. Karya-karyanya menjadi rujukan bagi aktivis gerakan Islam di Indonesia. Beberapa bukunya membahas tentang:

  • Strategi perjuangan Islam.

  • Kritik terhadap ideologi sekularisme dan liberalisme.

  • Sejarah perjuangan umat Islam di Indonesia.

Karakter dan Warisan

Abdul Qodir Djaelani dihormati karena beberapa hal utama:

  • Keteguhan Prinsip: Beliau tidak pernah goyah dalam menyuarakan apa yang diyakininya sebagai kebenaran Islam, meski harus menghadapi risiko jeruji besi.

  • Kedekatan dengan Anak Muda: Sebagai mantan Ketua GPI, beliau selalu menjadi rujukan dan inspirator bagi aktivis mahasiswa dan pemuda Islam hingga masa tuanya.

  • Integritas: Beliau dikenal sebagai politisi yang bersih dan hidup dalam kesederhanaan, menjadikannya teladan bagi generasi penerus di PBB maupun organisasi Islam lainnya.

Beliau wafat pada tahun 2021 di usia 82 tahun, meninggalkan warisan intelektual dan semangat perjuangan yang tetap hidup di kalangan aktivis Islam Indonesia.