Profil Singkat
-
Nama Lengkap: Dr. H. Anwar Harjono, S.H.
-
Tempat, Tanggal Lahir: Sidoarjo, Jawa Timur, 23 November 1923.
-
Wafat: Jakarta, 2 Februari 1999.
-
Pendidikan: Doktor Ilmu Hukum, Universitas Indonesia.
-
Jabatan Penting: Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam (GPI/GPII), Anggota DPR/MPR RI.
-
Afiliasi Politik: Partai Masyumi.
Biografi dan Perjalanan Karier
1. Latar Belakang dan Pendidikan
Anwar Harjono tumbuh dalam lingkungan keluarga yang taat beragama. Ia mengenyam pendidikan hukum di Perguruan Tinggi Islam Indonesia (PTII) sebelum akhirnya menyelesaikan gelar Sarjana Hukum dan Doktor di Universitas Indonesia. Disertasinya yang berjudul “Hukum Islam dalam Tata Hukum Indonesia” menjadi salah satu referensi penting dalam studi sinkronisasi hukum agama dan hukum nasional.
2. Kiprah sebagai Tokoh Muda dan Politisi
Sejak muda, Anwar telah menunjukkan bakat kepemimpinan yang luar biasa. Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam (GPI/GPII), organisasi pemuda yang menjadi salah satu pilar pendukung Partai Masyumi.
-
Parlemen: Pada Pemilu 1955, ia terpilih sebagai anggota DPR mewakili Masyumi.
-
Konstituante: Ia menjadi juru bicara Fraksi Masyumi di Majelis Konstituante, di mana ia dengan gigih memperjuangkan nilai-nilai Islam sebagai landasan bernegara melalui jalur konstitusional.
3. Keteguhan dalam Oposisi
Setelah Masyumi dibubarkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960, Anwar Harjono tidak lantas berhenti berjuang. Di era Orde Baru, ia tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap menyimpang dari demokrasi.
-
Petisi 50: Ia menjadi salah satu tokoh kunci penandatangan Petisi 50 pada tahun 1980, sebuah protes terbuka terhadap Presiden Soeharto mengenai penggunaan Pancasila sebagai alat politik. Akibatnya, ia sempat mengalami pembatasan hak politik dan cekal.
4. Kepemimpinan di Dewan Da’wah (DDII)
Anwar Harjono dikenal sebagai “tangan kanan” dan murid terdekat Mohammad Natsir. Setelah Natsir wafat pada tahun 1993, Anwar terpilih secara mufakat untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII). Di bawah kepemimpinannya, DDII tetap fokus pada dakwah di daerah terpencil dan penguatan intelektual umat.
5. Dunia Akademisi dan Hukum
Sebagai seorang pakar hukum, ia mendedikasikan ilmunya dengan mengajar di berbagai universitas. Beliau pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Beliau dikenal sangat konsisten menekankan bahwa Indonesia harus tetap berdiri sebagai negara hukum yang bermartabat.
Karakter dan Warisan
-
Integritas Tinggi: Beliau dikenal sebagai politisi yang bersih dan hidup dalam kesederhanaan, meskipun memegang jabatan-jabatan penting.
-
Moderasi: Walaupun teguh pada prinsip Islam, cara penyampaian dan diplomasi beliau sangat santun dan intelek, sehingga dihormati oleh kawan maupun lawan politik.
-
Karya Tulis: Beberapa buku beliau seperti “Indonesia Negara Hukum” dan “Hukum Islam, Keluasan dan Keadilannya” tetap menjadi bahan kajian hingga saat ini.
Anwar Harjono wafat pada tahun 1999, tepat di saat Indonesia sedang memulai babak baru era Reformasi—sebuah era yang prinsip-prinsip demokrasinya telah beliau perjuangkan selama puluhan tahun.




