Profil Singkat
-
Nama Lengkap: Djindar Tamimy
-
Tempat, Tanggal Lahir: Bukittinggi, Sumatera Barat, 1922
-
Wafat: Jakarta, 23 Maret 1993
-
Afiliasi Politik: Partai Masyumi
-
Organisasi: Gerakan Pemuda Islam (GPI), Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII)
-
Profesi: Jurnalis, Politisi, Aktivis Islam
Biografi dan Perjalanan Karier
1. Latar Belakang dan Awal Pergerakan
Lahir di ranah Minang, Djindar Tamimy tumbuh dalam lingkungan yang religius dan intelektual. Sejak usia muda, ia sudah terjun ke dunia pergerakan. Ia merupakan bagian dari generasi pejuang yang melihat bahwa kemerdekaan Indonesia harus diperjuangkan tidak hanya lewat senjata, tetapi juga lewat gagasan dan organisasi.
2. Kiprah di GPI dan Masyumi
Djindar Tamimy merupakan salah satu tokoh kunci dalam Gerakan Pemuda Islam (GPI). Bersama tokoh-tokoh seperti Anwar Harjono dan Buchari Tamam, ia menjadikan GPI sebagai organisasi pemuda Islam yang paling berpengaruh di masa awal kemerdekaan.
-
Peran di Masyumi: Beliau aktif di Partai Masyumi dan dikenal sebagai orang dekat Mohammad Natsir. Di dalam partai, ia sering dipercaya dalam urusan penerangan dan komunikasi politik.
-
Masa Penjara: Karena sikap politiknya yang kritis terhadap kebijakan Presiden Soekarno di masa Demokrasi Terpimpin, Djindar Tamimy sempat dipenjara tanpa proses pengadilan selama beberapa tahun bersama tokoh-tokoh Masyumi lainnya di Madiun.
3. Tokoh Pers Islam
Bidang utama yang digeluti Djindar Tamimy adalah jurnalistik. Beliau diakui sebagai salah satu wartawan muslim terkemuka.
-
Beliau pernah menjadi pemimpin redaksi atau pengelola berbagai media Islam, salah satunya adalah majalah “Hikmah”.
-
Melalui tulisan-tulisannya, ia gigih menyuarakan aspirasi umat Islam, mengkritik ketidakadilan, dan mendidik kader-kader muda tentang pentingnya literasi dalam perjuangan politik.
4. Pengabdian di Dewan Da’wah (DDII)
Setelah Masyumi dibubarkan dan ia keluar dari penjara, Djindar tidak berhenti berjuang. Ia menjadi salah satu pendiri dan pengurus pusat Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) pada tahun 1967. Di DDII, ia berperan besar dalam mendokumentasikan pemikiran-pemikiran Mohammad Natsir dan mengelola komunikasi organisasi ke dunia internasional.
5. Masa Tua dan Wafat
Hingga akhir hayatnya, Djindar Tamimy dikenal sebagai sosok yang sederhana, jujur, dan memiliki integritas tinggi. Beliau tetap menjadi rujukan bagi para aktivis muda Islam dalam hal sejarah perjuangan dan teknik jurnalistik yang beretika.
Warisan dan Karakter
-
Integritas: Beliau adalah contoh tokoh yang konsisten antara kata dan perbuatan, lebih memilih dipenjara daripada harus mengkhianati prinsipnya.
-
Pendidik: Meskipun dikenal sebagai jurnalis, banyak kader pemuda Islam yang menganggapnya sebagai guru dalam berorganisasi.
Djindar Tamimy wafat pada tahun 1993, meninggalkan warisan berupa semangat dakwah melalui media cetak dan keteguhan dalam berorganisasi di bawah panji Islam.




