GPINEWS.COM – Kabar tiga pejabat Gorontalo yang terjaring razia sedang pesta narkoba disalah satu hotel di Jakarta ditanggapi Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya.
Rahmat Himran selaku Ketua GPI sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya sebagai tokoh dan juga public figure yang seharusnya memberikan contoh yang baik, tidak mempertontonkan hal yang buruk ke masyarakat.
“Sebagai tokoh dan Anggota DPRD yang seharusnya memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat, seharusya jngan mempertontonkan hal yang buruk. Apalagi persoalan narkoba yang notabene merusak generasi bangsa,” kata Rahmat Himran, Ahad (22/03).
Rahmad juga meminta Kepolisian Resort (Polres) Jakarta Pusat (Jakpus) tidak main mata dan segera memproses kabar penangkapan tersebut.
Rahmad juga menyebutkan jika tidak ditangani dengan sebagaimana semestinya, maka dirinya bersama seluruh Organisasi Peduli Generasi Anti Narkoba se Indonesia, akan melakukan aksi untuk meminta agar Kapolres Jakarta Pusat dicopot dari jabatannya.
“Dengan masyarakat yang biasa dengan narkoba saja ditindak tegas, apalagi terhadap pejabat tentu harus ditindak tegas. Sekali lagi, persoalan narkoba bukanlah masalah yang biasa, apalagi kita ketahui bersama bahwa Pemerintah dan Kapolri saat ini telah menegaskan untuk menindak tegas pelaku menyalahgunakan obat terlarang itu,” tegas Rahmad Himran.
Sebelumnya Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi(Kombes Pol) Heru Novianto, membenarkan penangkapan ketiga pejabat Gorontalo tersebut.
Dua diantara tiga yang ditanggap diduga kuat merupakan Aleg DPRD dan satu diantaranya ASN di Kabupaten Boalemo. Kombes Pol Heru mengatakan, ketiganya masih diperiksa oleh Penyidik Polres Jakarta Pusat.
“ Iya, masih diperiksa penyidik,” singkat Kombes Heru Novianto.
Sumber : https://beritaline.id/2020/03/22/terkait-penangkapan-aleg-dan-asn-boalemo-polres-jakpus-diminta-tidak-main-mata/




