Covid-19 Antara Rakyat Miskin dan Konglomerat dalam Perspektif Penguasa
Oleh : Muhammad Jufri Rumaratu (Kader Gerakan Pemuda Islam & Himpunan Mahasiswa Islam)
Di hari kemarin kita Hidup berdampingan dengan Budaya Tegur sapa tanpa canggung, berjabat tangan dengan sesama tanpa Ragu, berdekatan dan berkomunikasi tanpa ada rasa takut. Tapi semuanya Kini berubah, saat Udara Tak sehat berhembus dan mengabarkan kepada kita semua tentang bahaya Penyebaran wabah penyakit yang kita kenal dengan Sebutan Covid-19.
Hal serupa juga terjadi di media sosial, semua informasi baik media Cetak maupu media online serba corona. Di Indonesia sendiri, kasus ini mengalami tren peningkatan yang cukup signifikan. Per senin 30 Maret 2020, tercatat kasus yang sudah terkonfirmasi mencapai 1.414 pasien yang dinyatakan positif. Dengan rincian 122 diantaranya meninggal dan 74 sembuh.
Data ini belum termasuk status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kondisi ini menjadi alarm untuk pemerintah agar secepatnya mengambil langkah taktis dan cepat. Sebab, kelihatannya penanganan COVID-19 oleh Pemerintah terkesan kurang responsif (tanggap), tapi reaktif (panik, lambat).
kehidupan Negeri kita kian Teracam sebab Kasus Corona terus meningkat di tiap pemberitaan tapi Upaya yang di lakukan Pemerintah Membuat kita bertanya-tanya. jika pemerintah mengambil langkah Lockdown menjadi target mereka lalu membiarkan harga masker dan harga sembako terus menjulang tinggi.. Apa arti Semua ini..?
Kini telah berkembang Wacana baru di ruang Publik. Rakyat Miskin di tuding menyebar virus Covit-19 yang mana di sebutu oleh Achmad Yurianto mengatakan
“Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya, ini menjadi kerja sama yang penting,” begitu bunyi pernyataan Yurianto yang belakangan dipersoalkan di media sosial.
Sungguh aneh Jalan pikir Para Pemerinta di Negri ini, rakyat miskin lagi-lagi menjadi masalah penyebar virus covid-19. Mereka yang tidak tau asal muasal pondemik virus Corona ( Covid-19 ) ini. Namun tetap di salahkan, seakan menjadi problem pemicu covid-19 di dalam Negri.
Lalu para konglomerat dan para pejabat yang keluar kota setiap bulan bahkan setiap minggu mereka di kemanakan. Seharusnya merekalah yang di tuding pembawa virus ini. Karena asal covid-19 ini bukan berasal dari dalam negri, tapi di luar Negri…Lagi-lagi Rakyat Miskin menjadi masalah..!
seharusnya pemerintah cerdas. Dalam menyampaikan kepada masyarak, dalam bahasa yang tidal menyinggung
Perasaan masyarak. Namun sayangnya Rakyat di buat resah oleh pernyatan Pemerintaha sendiri ini menjadi perpecahan antara si kaya dan si miskin.
Pernyatan yang di keluarkan juru bicara pemerinta Achmad Yurianto, bukan membangun kesadaran masyarak, agat bersama-sama dalam membahu untuk memutus mata rantai penyebaran viris Corona. Nanum sebaliknya rakyat dibuat gaduh oleh pernyatan Pemerintah itu sendiri. []




