Derita Indonesia Ku, Opini Dedy Umasugi

  • Whatsapp
Derita Indonesia Ku, Opini Dedy Umasugi

Derita Indonesia Ku
By: Dedy Umasugi, S.H. (Kader Gerakan Pemuda Islam PW Banten)

Sebagai negara yg merdeka dan berdaulat, kepentingan rakyat dan keutuhan negara menjadi hal yg paling utama. Keduanya hrs seiring sejalan dan tak boleh bertentangan, sebab memiliki makna filosofis yg saling bertalian yg selanjutnya membentuk simpul guna mengikat persatuan dan kesatuan ditengah kebhinekaan indonesia.

Read More

Sebagaimana tujuan terbentuknya suatu negara. Kepentingan Rakyat dan Keutuhan Negara ialah dua sisi dlm satu mata uang yg sama. Nilai2 yg terkandung di dalamnya terukir dlm filosofis groundslag dan norm fundamental bangsa, yg selanjutnya menjadi acuan bagi penguasa dalam merumuskan arah pembangunan negara serta kebijakan publik dlm situasi dan kondisi apapun.

Mirisnya… nilai2 yg seharusya dpt menjadi realita, kini berubah menjadi narasi dlm setiap dialektika kaum elitis bangsa semata, belum dapat di ejawantahkan dlm sebuah tindakan nyata, sejak indonesia merdeka. Kondisi inilah yg membuat negara tercinta, selalu mencucurkan air mata rakyatnya, yg dahulu berjuang berlinangan darah, air mata, dan mengorbankan nyawa.

Kita boleh bangga dengan frasa pertumbuhan pembangunan dlm setiap dekade, tetapi kita juga hrs tajam dalam memandangnya, sehingga dapat menilai esensi dlm kemegahan pembangunan indonesia saat ini, apakah kemegahan tersebut mengindikasikan bahwa kepentingan rakyat dan keutuhan negara telah terwujud!. Bukankah negara yg merdeka memiliki barometer rakyat yg sejahtera, dan negara yg berdaulat dilihat dr kemampuannya dlm mengelola keamanan, pertahanan Negara, dan Sumber daya alam yg ada.

Jawaban dari pertanyaan tsb selalu berujung pada permainan angka dadu, dikocok dgn perbandingan dan statistik, kemudian dilempar oleh penguasa pd ruang kepentingan, guna dikelola dan dikemas dlm paket sinopsis oleh para sangkuni istana untuk merasionalisasikan fakta yg tiada. Faktanya, rakyat jelata masih melata dlm mengais harta di seantero bumi nusantara yg hampir tiada krn telah di kuasai oleh china.

Kondisi menyedihkan ini, terjadi akibat perselingkuhan dua mahluk, yakni penguasa dan china. Rakyat jelata atau si miskin hanya bisa terdiam dlm jajahan dan cacian, bahkan tak dpt bersuara kendati merana. Mereka terbelenggu oleh represifnya tangan besi penguasa yg kapan sj bisa memasukan mereka ke penjara ketika bersuara.

Mereka buta dan lupa sejarah perjuangan bangsa. Dahulu rakyat jelata atau si miskin lah yg banyak mengorbankan nyawa utk merdeka, hr ini mereka di paksa untuk tak bersuara agar penguasa dapat semena-mena demi menjaga agar china sejahtera dan tdk kecewa. Soekarno pernah berkata bahwa “Rakyat jelata kekuatan perjuangan bangsa, sehingga kelak negara merdeka, maka mereka harus sejahtera”.

Pesan sang Founding Father Bangsa, hanya dekat dlm ingatan semata, tetapi jauh dari kenyataan yg ada. Bukankah atasan penguasa saat ini ialah anaknya yg selalu mengunakan nama ayahnya di akhir namanya!, dan bukankah seorang anak itu wajib utk melaksanakan perintah ayahnya agar tidak durhaka!.

Wahai soekarno, China telah membuat anakmu menjadi tuli, buta, dan amnesia. Sehingga sebagai atasan penguasa dia tak mampu merasakan rintihan sengsara kaum jelata. Yg ada di benaknya ialah keinginan utk berkuasa, walau usianya telah senja bahkan telah berbau tanah, namun hasratnya tak luntur dlm setiap langkahnya.

Kini China sahabat penguasa indonesia datang membuat ulah di Dunia dgn wabah corona, si miskin di indonesia pun mendapat imbasnya. Mereka di fitnah oleh sangkuni penguasa menjadi penyebar wabah corona bagi si kaya. Mereka di paksa utk tdk melata dlm mencari harta utk keluarga, dan di biarkan sengsara tanpa ada cerita yg dapat membuat mereka bisa tetap bahagia atau bertahan hidup selama pendemi corona menimpa.

Berbagai cara di buat penguasa indonesia, utk merantai aktivitas si miskin agar tdk bekerja. Lantas bagaimana mereka bisa menghapus air mata keluarga?, di antara susahnya mencari harta akibat china pembawa corona telah menguasai sendi2 usaha di indonesia.

Merana dan derita menjadi akhir cerita si miskin indonesia dari perselingkuhan antara penguasa dan china, sang penjajah negeri tercinta. Mereka kini ada dimana-mana, bahkan datang utk bekerja di tengah wabah corona melanda indonesia.

Indonesia akan menjadi Negara kenangan karena hutang, dan kelak akan hilang dalam lembaran sejarah kejayaan karena china gentayangan di setiap keputusan strategis kekuasaan dan menguasai perdagangan. Mungkin kita mengatakan ini hanyalah hayalan, tetapi covid 19 wuhan dan banyaknya hutang kita pd china adalah jawaban, bahkan negara sekuat amerika yg tanpa hutang meminta bantuan china utk mengatasi covid 19 wuhan. Soekarno berkata “lebih baik miskin dari pada harus berhutang”

  • Whatsapp

Related posts